Sejarah IATSRI

Ikatan Alumni

Jurusan Teknik Pertambangan

Universitas Sriwijaya


Pada tanggal 24 Juli 1984 beberapa alumni Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya, antara lain Ir. Estu Suroyo, Ir. Syarbini Husein Alam, Ir. Fuad Rusydi Suwardi,
Ir. Rivai Arbain, Ir. MDZ Hasrull, berkumpul di Kampus Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya untuk mendeklarasikan berdirinya organisasi alumni Jurusan Teknik Pertambangan. Para perintis tersebut sepakat memberikan nama Ikatan Alumni Tambang dan disingkat IKATBANG untuk organisasi yang mewadahi semua alumni Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.

Bapak Ir. Estu Suroyo terpilih sebagai ketua IKATBANG yang pertama dan memimpin organisasi alumni ini hingga tahun 1990. Selanjutnya sejak tahun 1990 hingga 2002, jabatan Ketua Umum IKATBANG diemban oleh Bapak Ir. Syarbini Husein Alam.

Pada saat Musyawarah Besar IKATBANG yang diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2002 bertempat di Politeknik Universitas Sriwijaya, atas usulan dari bapak Ir. H. Rasyidi HY (Ketua Ikatbang Jabodetabek) sebagai perwakilan dari alumni Jabodetabek disepakati penggantian nama organisasi menjadi Ikatan Alumni Teknik Pertambangan Unsri dan disingkat IATSRI. Lambang IATSRI ditetapkan menggunakan lambang Unsri dengan menambahkan tulisan berwarna merah “IKATAN ALUMNI TEKNIK PERTAMBANGAN UNSRI” di bagian atas dan “IATSRI” di bagian bawah. Penempatan tulisan tersebut melingkar mengelilingi lambang Unsri.

Musyawarah Besar IKATBANG 2002 menetapkan Ir. Arifin Syamsudin (alm) sebagai ketua Umum IATSRI periode 2002 – 2004. Selanjutnya Ketua Umum IATSRI, berturut-turut adalah Dr. Ir. M. Taufik Toha (periode 2004 – 2006 dan 2006 – 2008), Ir. Airi Delle Amir (2008 -2011 dan 2011 – 2014) dan Ir. H. Muzani Wahab (2014 – 2017).